Rabu, 08 Februari 2012

SILABUS PERKULIAHAN KAJIAN PROSA FIKSI

SILABUS PERKULIAHAN

Mata Kuliah                : Kajian Prosa Fiksi
Bobot SKS                  : 3 SKS
Semester                      : IV
Program Studi             : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Kode Dosen                : 3122
Dosen                          : Firman Hadiansyah, M. Hum

  1. Standar Kompetensi
Mahasiswa memiliki pengetahuan dalam mengkaji prosa fiksi sastra Indonesia modern. Dengan demikian mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengklasifikasi, membandingkan dan memahami melalui proses kajian

  1. Deskripsi Perkuliahan
Mata kuliah Kajian  Prosa Fiksi merupakan mata kuliah yang mengenalkan mahasiswa secara langsung mengenai teks kesusastraan (karya). Dengan demikian, mahasiswa akan terlibat secara individual maupun kelompok untuk mengkaji berdasarkan proses keterbacaannya. Mahasiswa akan diajarkan cara-cara menganalisis prosa fiksi mulai dari strukturalisme, semiotika, psikologi sastra, dan sosiologi sastra. Beberapa novel dan cerpen akan dijadikan sebagai objeknya. Mahasiswa juga akan diajak untuk memahami alih wahana seperti konsep adaptasi karya sastra (film ke dalam novel atau sebaliknya). Selain itu di dalam perkuliahan ini, secara berkelompok, mahasiswa akan meneliti ke lapangan (field research) untuk menemukan dan mengkaji cerita rakyat/ folklor

  1. Mata Kuliah Prasyarat
Di dalam mata kuliah ini, mahasiswa harus lulus menempuh mata kuliah Teori Sastra, Sejarah Sastra dan Apresiasi Prosa Fiksi sebagai prasyarat. Sementara itu mata kuliah Kajian Prosa Fiksi merupakan prasyarat untuk berlanjut ke matakuliah Kritik Sastra.

  1. Kompetensi Dasar
  1. Menjelaskan pengertian kajian prosa fiksi
  2. Membuat klasifikasi berdasarkan genre prosa fiksi dan menjelaskan strukturalisme
  3. Mengenal dan memahami konsep cerita pendek dan menjelaskan semiotik
  4. Mengidentifikasi novel mutakhir dan menjelaskan prinsip-prinsip psikologi sastra
  5. Membedakan karya ”sastra populer” dan ”sastra serius” berdasarkan ideologi estetika, resepsi pembaca dan pemahaman pasar/ sosiologi sastra.
  6. Melakukan pembandingan terhadap karya-karya realis dan surealis
  7. Memahami konsep sastra religius dan gerakan sastra Islami
  8. Mengidentifikasi karya-karya sastrawan perempuan pasca Era Reformasi dan kaitannya dengan feminisme
  9. Menjelaskan keterkaitan antara karya prosa fiksi dengan film sebagai sebuah karya adaptasi.
  10. Menjelaskan field research untuk menemukan cerita rakyat/ folklor di masyarakat


  1. Jadwal Perkuliahan
Pertemuan
Pembahasan
Ke-1
-          Kontrak perkuliahan

-          Penjelasan terkait silabus

-          Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup kajian prosa fiksi
Ke-2
-          Membuat klasifikasi berdasarkan genre prosa fiksi dan menjelaskan strukturalisme

-          Mengapresiasi cerpen dan mengkaji berdasarkan strukturalisme
Ke-3
-          Mengenal dan memahami konsep cerita pendek dan menjelaskan semiotik
Ke-4
-          Mengidentifikasi novel mutakhir dan menjelaskan prinsip-prinsip psikologi sastra
Ke-5
-          Membedakan karya ”sastra populer” dan ”sastra serius” berdasarkan ideologi estetika, resepsi pembaca dan pemahaman pasar/ sosiologi sastra.
Ke-6
-          Membaca cerpen surealis dan realis
-          Melakukan pembandingan terhadap karya-karya realis dan surealis
Ke-7
-          Mengumpulkan tugas kajian individu
-          UTS
Ke-8
-          Memahami konsep sastra religius dan gerakan sastra Islami
Ke-9
-          Mengidentifikasi karya-karya sastrawan perempuan pasca Era Reformasi dan kaitannya dengan feminisme
Ke-10
-          Mengapresiasi film yang diadaptasi dari novel

-          Menjelaskan keterkaitan antara karya prosa fiksi dengan film sebagai sebuah karya adaptasi
Ke-11
-          Menjelaskan field research untuk menemukan cerita rakyat/ folklor di masyarakat
Ke-12
-          Diskusi filed research kelompok I
Ke-13
-          Diskusi field research kelompok II
Ke-14
-          Diskusi field research kelompok III
Ke-15
-          Diskusi field research kelompok IV
Ke-16
-          UAS




  1. Metode/ Teknik/ Pengalaman Belajar
1. Pendekatan       : Komunikatif-integratif
2. Metode/ teknik  : - ceramah dan tanya jawab
                                - presentasi dan diskusi
                                - survey data ke perpustakaan
                                - Tugas field research folklor (kelompok)

  1. Media Pembelajaran
1.                                                                              Papan tulis
2.                                                                              LCD/ Infokus
3.                                                                              Buku prosa fiksi

  1. Tugas-Tugas
1.      Mengkaji buku-buku prosa fiksi
2.      membuat tulisan dalam bentuk esai/ resensi terhadap karya-karya yang telah diapresiasi
3.      Tugas field research folklor (kelompok)


  1.  Penilaian
1. Sistem Penilaian
-          Untuk mengukur pemahaman terhadap kajian prosa fiksi, mahasiswa diberikan tes tertulis dan membuat hasil kajian dalam bentuk tertulis (individu) dan presentasi (kelompok).
-          Untuk mengukur pengetahuan, wawasan, dan pemahaman mengenai materi kajian prosa fiksi, mahasiswa diberikan tes tertulis dalam kurun waktu yang telah ditentukan
2. Pemerolehan Nilai
- Bobot UTS = 1, UAS = 2, Tugas = 1
- Nilai akhir = Sigma dari perkalian bobot dan perolehan nilai di atas dibagi dengan jumlah keseluruhan bobot.


  1. Sumber Bacaan/ Rujukan

Budiman, Manneke. 2004. Sastra Bandingan (Jurnal) Jakarta: Kalam.
Jassin, H.B. 1985. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai 1. Jakarta: Gramedia,
Kayam, Umar. 2005. Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Jakarta: Pustaka Utama Grafitti.
Mahayana, Maman S. 2005. 9 Jawaban Sastra Indonesia. Jakarta: Bening Publishing.
Rahmanto, B. 2004. Umar Kayam: karya dan Dunianya. Jakarta: Grasindo.
Teeuw, A. 2003. sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.
Yoesoef, M. 2007. Sastra dan Kekuasaan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Segers. Rien T. 2000. Evaluasi Teks Sastra. Yogyakarta: Adi Cita (diterjemahkan oleh Suminto A. Sayuti)
Selden, Rahman. 1996. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. (diterjemahkan oleh Rahmat Djoko Pradopo)
Budianta, Melani dkk. 2002. Membaca Sastra. Magelang: Indonesia Tera.
Bordwell, David dan Thompson, Kristin. 1993. Film Art: an Introduction. USA: Motion Picture
Chatman, Seymour. 1990. Coming to Terms: The Rhetoric of Narratives in Fiction and Film. New York: Cornell University
Djokosujatno, Apsanti. 2005. Cerita Fantastik dalam Prespektif Genetik dan Struktural. Jakarta: Djambatan.
Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk. 2002. Novel-Novel Indonesia, Tradisi Balai Pustaka 1920-1942. Yogyakarta: Gama Media
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, Rahmat Djoko. 1995 Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sani, Asrul. 1997. Surat-surat Kepercayaan. Bandung: Angkasa.
Sutanto, Irzanti dan Ari AP. 2003. Prancis dan Kita, Strukturalisme, Sejarah, Politik, Film dan Bahasa. Jakarta: Wedyatama Widya Sastra.
Ratna, Nyoman Kuta. 2010. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Venayaksa, Firman. 2011. Tingbating. Serang: Gong Publishing.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995 Teori Kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Zaimar, Okke K.S. 1991. Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan Simatupang. Jakarta: Intermassa