Sabtu, 04 Agustus 2012

KRITERIA PENERIMAAN MAKALAH SELEKSI SEMINAR INTERNASIONAL PPN-VI JAMBI 2012

 Kepada
Yth. Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara:
Di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand,
Philipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar.

Dengan Hormat,
Kami beritahukan bahwa Pertemuan Penyair Nusantara-VI (PPN) Jambi akan dilaksanakan di Jambi, Sumatra, pada 29-31 Desember 2012. PPN-VI Jambi bertema “Perpuisian Nusantara dalam Perspektif Historis, Filosofis, dan Eksistensial". Salah satu kegiatan ini PPN-VI Jambi adalah Seminar Internasional yang terbagi dalam tujuh sesi diskusi.

Sehubungan dengan itu, kami mengundang Bapak/Ibu/Tuan/Puan/Saudara untuk menyajikan makalah sebagai pemakalah pendamping yang terseleksi dengan ketentuan bahwa makalah-makalah yang diterima panitia akan diseleksi oleh kurator makalah dan segera diinformasikan untuk disajikan dalam sidang pleno.

Syarat-Syarat Penerimaan Makalah PPN-VI Jambi

a. Makalah ditulis sesuai sub tema seminar (terlampir).
b. Abstrak maksimum 200 karakter telah diterima oleh panitia paling lambat 5 Agustus 2012. Pukul 00.00. Dikirim kepada Panitia Pertemuan Penyair Nusantara VI ke alamat: ppn6makalah@gmail.com
c. Bagi calon pemakalah yang abstraknya diterima akan dihubungi oleh panitia untuk mengirimkan makalah ke e-mail paling lambat 5 September 2012.
d. Hasil penilaian makalah akan diumumkan tanggal 18 September 2012. Tim kurator makalah akan memilih 1 (satu) makalah terbaik untuk masing-masing sub tema, dan penulisnya akan diundang secara resmi sebagai pemakalah pendamping PPN VI.
e. Pemakalah utama dan pemakalah pendamping mendapat fasilitas transportasi, akomodasi dan konsumsi, seminar kit, sertifikat, dan honor.
f. Panjang makalah antara 10 sampai 15 halaman, termasuk daftar pustaka, diketik dengan huruf Times New Roman 12, spasi 1,5, dengan ukuran kertas A4.


Jambi, 18 Juli 2012
Salam Takzim,
Kurator Makalah:
Prof.Dr.faruk
Dr. Maizar Karim,M.Hum
Ahmadun Yosi Herfanda

Panitia Pertemuan Penyair Nusantara-VI Jambi
Jumardi Putra (Sekretaris)
CP: Jumardi Putra (085267323168)
NB: Kurator tidak melayani surat menyurat menyangkut seleksi karya Makalah  PPN-VI Jambi 2012.
Info lebih lanjut, silahkan menghubungi panitia.

Lampiran:

PERTEMUAN PENYAIR NUSANTARA-VI JAMBI 2012
 SEMINAR INTERNASIONAL PPN-VI JAMBI

Latar Belakang
Pertemuan Penyair Nusantara adalah sebuah even sastra yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun 2012 ini merupakan pertemuan ke-6, yang akan diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jambi (DK-Jambi), 29-31 Desember 2012 di Jambi, Sumatera, Indonesia.
PPN-VI Jambi diisi oleh kegiatan seminar internasional, workshop penulisan puisi/kritik puisi, peluncuran buku puisi, bazar buku, panggung apresiasi, dan wisata budaya. Seminar PPN-VI Jambi ini akan melihat pertumbuhan serta perkembangan perpuisian tradisional dan modern, baik di Jambi maupun di masing-masing wilayah Melayu Nusantara. Kekayaan puisi tersebut dipandang dapat menjembatani keragaman budaya yang ada di setiap Negara peserta PPN. Di samping itu, dinamika perpuisian di setiap negara dan bangsa tentunya memiliki problema sendiri-sendiri, yang bersentuhan dengan karya, media, penerbitan, kritik, dan lain-lain yang menyertainya. Dengan demikian, keanekaragam persoalan itu menjadi sebuah perbincangan, bahkan perdebatan yang diharapkan menghasilkan jalan keluar yang positif bagi keberlanjutan kehidupan perpuisian di masing-masing wilayah Melayu Nusantara.

Tujuan
Seminar Internasional ini memiliki tujuan antara lain:
  1. Menggagas, memformulasikan, dan menetapkan ciri dan bentuk perpuisian Melayu Jambi.
  2. Menggagas, memformulasikan, dan menetapkan ciri dan bentuk perpuisian Melayu Nusantara mutakhir
  3. Membahas dan mendiskusikan secara mendalam mengenai perpuisian Melayu Nusantara sebagai sebuah upaya konstruktif bagi peningkatan mutu perpuisian Melayu Nusantara.
  4. Pengembangan studi puisi melalui berbagai pendekatan yang memungkinkan terungkapnya kekayaan khazanah puisi berkenaan dengan ruh puisi Melayu Nusantara.
  5. Pertemuan Penyair Nusantara VI mengakomodasi berbagai jenis puisi klasik dan mutakhir.
  6. Mengkaji dan memerikan kekayaan pemikiran dan wawasan dalam rangka melihat gambaran puisi nusantara mutakhir.
  7. Menggali khazanah makna dan nilai yang terkandung di balik puisi Melayu Nusantara mutakhir guna penguatan karakter dan jati diri bangsa.
  8. Membangun jejaring penyair, pemerhati, pengkaji, dan pelestari puisi Melayu Nusantara.

Tema
“Perpuisian Nusantara dari Hulu hingga Hilir”
(Perspektif Historis, Filosofis dan Eksistensial)

Sub Tema:
 1.      Menggali Kekuatan Estetik Puisi Melayu
Melayu sebagai puak, etnis, dan entitas yang berkeadaban menghasilkan khasanah puisi yang memiliki pola ungkap, gaya, maupun estetika yang digali dan digauli serta dijadikan pangkal tolak kerja kreatif penciptaan puisi, baik lisan maupun tulisan. Kekayaan dan keberagaman pola ungkap, gaya, maupun estetika ini perlu digali melalui serangkaian kajian sehingga dihasilkan pemerian aneka kekuatan estetiknya.

2.      Menggali Nilai Kearifan Puisi Melayu
Melalui kajian dan penelisikan atas karya dan kekaryaan puisi Melayu dapat diungkapkan nilai-nilai kearifan terkait dengan aneka dimensi kehidupan manusia. Nilai kearifan yang bersumber pada filosofi yang dianut kreatornya tentu saja terkait dan terikat dengan pandangan dunia (world view),pandangan hidup mengenai etis, estetis, filosofis, dan religius yang memiliki arti penting bagi hidup dan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

 3. Perpuisian Lokal dalam Konteks Pemikiran Nusantara
Subtema ini secara khusus mendedahkan perpuisian di Jambi menurut “kaca mata” atau “mata baca” pengamat dari dalam dan dari luar. Subtema ini merupakan pembicaraan perpuisian Jambi ditilik dari segi historisitas, filosofis dan eksistensial, mulai dari khasanah puisi tradisional hingga puisi mutakhir.Begitu juga sastra Jawa, Sunda, dan Bugis.

4.      Jejak Puisi Melayu Pada Puisi Mutakhir Nusantara
Dalam perspektif historis diyakini terdapat jejak puisi Melayu pada Puisi Indonesia mutakhir. Hal itu (jejak puisi Melayu) dan puisi Indonesia merupakan mata rantai yang berkesinambungan. Jejak itu dapat saja berupa “warisan” dari generasi ke generasi, dari hulu hingga hilir. Selain historisitas, jejak itu teramat mungkin terkait dengan pandangan filosofis dan eksistensi karya dan kekaryaan para kreatornya. Jejak ini penting didokumentasikan, diinventarisasikan, dan dipetakan.

5.      Mempertimbangkan Kembali Akar Puisi Nusantara
Perkembangan dunia global yang menghilangkan sekat-sekat dalam perspektif “kampung dunia” disadari akan menuntut penyesuaian dan orientasi baru tanpa kehilangan akar sehingga diperlukan usaha untuk mempertimbangkan kembali akar puisi Nusantara yang memungkinkan kehidupan perpuisian Nusantara dapat bertahan dan berkembang dengan baik.

6.      Sastra (Puisi) Nusantara dalam Perbandingan
Sastra Nusantara diasumsikan tidak hanya memperlihatkan akar yang sama tetapi sebenarnya juga memperlihatkan versi dan variasi yang sangat kaya sesuai dengan pengalaman historis dan responsnya terhadap lingkungan setempat. Karena itu antara sastra lokal perlu saling belajar dan memperkaya diri melalui perbandingan antara yang satu dengan yang lain dan dengan lingkungan kesastraan yang lebih luas.

7.      Puisi Nusantara dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra
Kehidupan dan perkembangan puisi Nusantara tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui serangkaian usaha sosialisasi dan enkultulrasi. Lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana sosialisasi dan elkulturasi. Karena itu kurikulum apresiasi sastra di sekolah perlu berwawasan Nusantara. Di sini diperlukan berbagai metode, strategi, dan model pembelajaran yang efektif dan menarik sehingga apresiasi pembelajaran sastra di sekolah tidak mengalami keterasingan di kalangan siswa dan mahasiswa, baik secara reseptif maupun produktif.

(Sesi Pleno: Refleksi dan Proyeksi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN)
PPN telah menjadi tradisi penting dalam kepenyairan Nusantara. Namun, sejauh ini belum ada refleksi yang mendalam tentang seberapa jauh manfaat nyata PPN bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dari perpuisian Nusantara. Dengan belajar dari apa yang sudah terjadi sejak PPN I hingga VI kita dapat memproyeksikan arah yang lebih jelas mengenai pertumbuhan yang berkelanjutan itu di masa depan.
NB: Khusus sesi pleno ini, panitia tidak menerima seleksi Pemakalah Pendamping.